Muhammad Rafly

Rabu, 01 November 2017

2F dan 2G Plat

POSISI PENGELASAN 2F & 2G PELAT

MATERI / MODUL :

POSISI PENGELASAN 2F

    Adalah Posisi Horizontal sambungan sudut.Untuk pengelasan 2F, posisi benda kerja tegak lurus.Kemiringan elektroda 45° terhadap garis vertikal dan 10 sampai 20° terhadap garis vertikal kearah jalan elektroda.

CONTOH GAMBAR 2F :


POSISI PENGELASAN 2G

    Adalah posisi mengelas dengan horizontal biasa disebut juga mengelas merata dimana kedudukan benda kerja dibuat tegak dan arah elektroda mengikuti horizontal .sewaktu mengelas elektroda dibuat miring sekitar 5 - 10°terhadap garis vertikal dan 70 - 80°kearah benda kerja

CONTOH GAMBAR 2G :

PPT 2F & 2G PELAT : 
https://drive.google.com/file/d/0B45-WqnJ9YafYmF3YmkxMVdrR1E/view?usp=drivesdk

VIDEO POSISI PENGELASAN :
2F PELAT :

2G PELAT :


JOBSHEET :
A.TUJUAN :

Setelah melaksanakan pembelajaran peserta diharapkan akan mampu :

 1.Menggunakan peralatan dan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja.

 2.Mengatur penggunaan arus pengelasan sesuai dengan pekerjaan.

3.Menyambung 2 pipa dengan menggunakan las listrik sesuai SOP

B.ALAT DAN BAHAN :
    1. Alat :
a. Seperangkat peralataan las busur manual.
b.    Alat keselamatan dan kesehatan kerja kerja.
c.    Lembaran kerja/gambar kerja

    2. Bahan :
a.    Pipa baja karbon ukuran (2 buah)

b.    Elektroda E 6013 dengan diameter 2,6 mm

C.KESELAMATAN KERJA :

 1.  Periksa persambungan kabel-kabel las. Jaga agar tidak ada yang kurang kuat/ longgar.  Jauhkan benda-benda yang mudah terbakar dari lokasi pengelasan.
 2.  Gunakan alat keselamatan dan kesehatan kerja yang layak dan sesuai dengan fungsinya.
 3.  Jangan gunakan tang dan kabel las yang tidak terisolasi.
 4. Bekerjalah pada ruang las dengan sirkulasi udara / ventilasi yang cukup.
 5. Usahakan ruang las/ tempat pengelasan tidak terbuka, sehingga cahaya las tidak mengganggu lingkungan/ orang lain yang berada di sekitar lokasi.
 6.  Bertanyalah pada Instruktor/ pembimbing jika ada hal-hal yang tidak dimengerti dalam melaksanakan pekerjaan.
 7.   Bersihkan alat dan tempat kerja setelah selesai bekerja.

D.LANGKAH KERJA :
 1.   Siapkan 2 bahan las dengan       ukuran masing-masing 50 x 20 mm, kikir/ grinda bagian-bagian yang tajam.
 2.  Dekatkan 2 plat yang akan dilas kemudian tempatkan dimeja las
 3.  Atur amper pengelasan
 4.  Buat las titik dibagian kedua ujung benda yang akan disambung
 5.  Bersihkan kerak hasil las titik tersebut dengan palu, setelah bersih dari kerak lakukan pengelasan pada sambungan plat besi.
 6.  Dinginkan dan bersihkan bahan sebelum diserahkan pada Instruktor/ pembimbing.
 7. Periksakan hasil las yang dikerjakan pada Instruktor/ pembimbing
 8.Lakukan pengelasan ulang sesuai petunjuk Instruktor/ pembimbing, jika belum mencapai kriteria.

SOAL EVALUASI :
https://docs.google.com/forms/d/1pk9g3kIFHZVkZfb_Sn3ZI06sfPTu4Cwgeu2FjUj-Joc/edit?usp=drivesdk&chromeless=1
Diposting oleh Muhammad Rafly di 00.17 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Selasa, 31 Oktober 2017

1F dan 1G pada plat

Materi Posisi Pengelasan 1F dan 1G SMAW

Modul Pengelasan Posisi 1F 1G
 Pengelasan SMAW
Shield Metal Arc Welding adalah proses pengelasan yang menggunakan panas untuk mencairkan material dasar atau logam induk dan elektroda (kawat las). Panas tersebut ditimbulkan oleh lompatan ion listrik yang terjadi antara katoda dan anoda (ujung elektroda dan permukaan plat yang akan dilas ). Panas yang timbul dari lompatan ion listrik ini besarnya dapat mencapai 4000o sampai 4500o Celcius.
Proses terjadinya pengelasan karena adanya kontak antara ujung elektroda dan material dasar sehingga terjadi hubungan pendek dan saat terjadi hubungan pendek tersebut tukang las (welder) harus menarik elektrode sehingga terbentuk busur listrik yaitu lompatan ion yang menimbulkan panas. Panas akan mencairkan elektrode dan material dasar sehingga cairan elektrode dan cairan material dasar akan menyatu membentuk logam lasan (weld metal).
Untuk menghasilkan busur yang baik dan konstan tukang las harus menjaga jarak ujung elektroda dan permukaan material dasar tetap sama. Adapun jarak yang paling baik adalah sama dengan diameter elektroda yang dipakai,misalnya kawat las (elektroda) 3,2 mm maka jarak yang baik antara material dasar dengan ujung elektroda adalah sekitar 3 mm juga.

PROSEDUR PENGELASAN YANG BAIK

Untuk menghasilkan kualitas pengelasan smaw yang berkualitas ada 7  parameter yang perlu di perhatikan, trik ini di dapatkan dari buku moderen welding teknologi, berikut parameter-parameternya:
1. Pemilihan jenis elektroda yang tepat mulai dari kuat tarik, jenis material, dan jenis coatingnya agar matching/sesuai dengan material  yang akan di las.
2. Pemilihan diameter alektroda yang di gunakan di pertimbangkan berdasarkan type elektroda, posisi pengelasan, joint desain, ketebalan material, dan skill dari weldernya.
3. Pemakaian arus yang tepat
Pada pengelasan smaw sangat berpengaruh terhadap hasil lasan , jika arus terlalu besar maka elektroda akan terlalu cepat meleleh  dan susah di kontrol, jika arus terlalu rendah maka hasil pengelasan akan menumpuk dan tak beraturan.
4. Arc length yang tepat dan konsisten
Pada pengelasan smaw jika arc length terlalu tinggi maka akan terjadi large globule sehingga akan terjadi banyak spatter saat mengelas, dan bisa terjadi porosity  jika arc length yang terlalu pendek maka akan terjadi panas yang berlebih sehingga menghasilkan deep penetration dan bisa menyebabkan base metal jebol( blow hole ).
5. Tavel speed yang tepat
Jika travel speed terlalu tinggi maka logam cair akan cepat membeku dan weld bead akan rendah, kotoran dan gas  akan terjebak dan bisa menimbulkan cacat las,  jika terlalu lambat weld bead terlalu tinggi dan lebar dan hasil pengelasan akan berkerut.
6. Sudut pengelasan yang tepat
Pada pengelasan smaw sudut elektroda sangat penting, terutama pada saat pengelasan fillet dan groove sambungan yang dalam. apabila sudut pengelasan yang kurang tepat dapat mengakibatkan  undercut, dll. biasanya sudut yang di pakai 70-80 derajat
7. Ayunan elektroda ( welding manipulation)yang benar.
Karena setiap elektroda memiliki karakteristik ayunan yang berbeda-beda welding manipulation pengelasan smaw  berdasarkan : type elektroda, desain sambungan, posisi pengelasan dan pengalaman dari welder itu sendiri.



Posisi pengelasan 1F

Posisi pengelasan 1f adalah posisi pengelasan dimana benda kerja berada pada dibawah tangan (hand down) .pada benda kerja pada posisi diagonal dengan posisi elektroda 60° s/d 80°
Dengan settingan kuat arus 70A s/d 80A.pada pengelasan ini elektroda yang baik yaitu menggunakan elektroda dengan kode E6013

Gambar pengelasan 1F dibawah tangan







Video pengelasan 1F dibawah tangan



Posisi pengelasan 1G

Posisi pengelasan 1G adalah posisi pengelasan dibawah tangan (hand down)sama seperti 1F dengan tetapi dengan posisi benda kerja horizontal pada pengelasan ini posisi elektroda membentuk sudut 30°s/d 50° dengan menggunakan settingan kuat arus 50A s/d 60A untuk elektroda yang digunakan elektroda dengan koda E7016

 






Untuk powerpoint 1F 1G 
https://drive.google.com/file/d/0B45-WqnJ9YafS2k0OFBDOVVnZDQ/view?usp=drivesdk

Untuk soal pengelasa SMAW
https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSdARz6xYuP5hC1UFL_r0ctC0kSZwIeo2Wca_IaFeSirkUMSxw/viewform?fbzx=8601354943831997000

Untuk jobsheet
http://cahayajakafebriyantjkt53.blogspot.co.id/2017/08/job-sheet-posisi-las-fillet-1f2f3f4f.html
Diposting oleh Muhammad Rafly di 20.30 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

1F & 1G pipa

Muhammad Rafly Maulana



POSISI PENGELASAN 1F & 1G

1.MODUL POSISI PENGELASAN 1F & 1G PIPA

Posisi pengelasan 1F pipa


    1F adalah Pengelasan sambungan sudut/fillet posisi sumbu simetri dapat diputar pada pipa dengan proses las busur manual.

Pengertian pengelasan 1G pipa

           1G adalah pengelasan sambungan tumpul / butt groove posisi sumbu simetri dapat di putar pada pipa dengan proses las busur manual.

2.PPT PENGELASAN 1F & 1G
https://drive.google.com/file/d/0B81dPCkB2-DcZ0RMbE1XTGZZVkE/view?usp=drivesdk

3. VIDEO POSISI PENGELASAN 1F & 1G PIPA

VIDEO POSISI PENGELASAN 1F PIPA

VIDEO POSISI PENGELASAN 1G PIPA


4.JOBSHEET
A.   TUJUAN :
Setelah melaksanakan pembelajaran peserta diharapkan akan mampu :
1.    Menggunakan peralatan dan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja.
2.    Mengatur penggunaan arus pengelasan sesuai dengan pekerjaan.
3.    Menyambung 2 pipa dengan menggunakan las listrik sesuai SOP

B.   ALAT DAN BAHAN :
       1. Alat :
a.    Seperangkat peralataan las busur manual.
b.    Alat keselamatan dan kesehatan kerja kerja.
c.    Lembaran kerja/gambar kerja
       2. Bahan :
a.    Pipa baja karbon ukuran (2 buah)
b.    Elektroda E 6013 dengan diameter 2,6 mm

C.   KESELAMATAN KERJA :
    1.  Periksa persambungan kabel-kabel las. Jaga agar tidak ada yang kurang kuat/ longgar.  Jauhkan benda-benda yang mudah terbakar dari lokasi pengelasan.
    2.  Gunakan alat keselamatan dan kesehatan kerja yang layak dan sesuai dengan fungsinya.
    3.  Jangan gunakan tang dan kabel las yang tidak terisolasi.
    4. Bekerjalah pada ruang las dengan sirkulasi udara / ventilasi yang cukup.
    5. Usahakan ruang las/ tempat pengelasan tidak terbuka, sehingga cahaya las tidak mengganggu lingkungan/ orang lain yang berada di sekitar lokasi.
    6.  Bertanyalah pada Instruktor/ pembimbing jika ada hal-hal yang tidak dimengerti dalam melaksanakan pekerjaan.
    7.   Bersihkan alat dan tempat kerja setelah selesai bekerja.

D.   LANGKAH KERJA :
    1.   Siapkan 2 bahan las dengan ukuran masing-masing 50 x 20 mm, kikir/ grinda bagian-bagian yang tajam.
    2.  Dekatkan 2 plat yang akan dilas kemudian tempatkan dimeja las
    3.  Atur amper pengelasan
    4.  Buat las titik dibagian kedua ujung benda yang akan disambung                                                                                        
    5.  Bersihkan kerak hasil las titik tersebut dengan palu, setelah bersih dari kerak lakukan pengelasan pada sambungan plat besi.
    6.  Dinginkan dan bersihkan bahan sebelum diserahkan pada Instruktor/ pembimbing.
    7. Periksakan hasil las yang dikerjakan pada Instruktor/ pembimbing
    8.Lakukan pengelasan ulang sesuai petunjuk Instruktor/ pembimbing, jika belum mencapai kriteria.

5.SOAL
https://docs.google.com/forms/d/1qBTMCZ1EtHPGiWQ-qpOrG4pa-f4sud9Qyi7fyBJLOD0/viewform?edit_requested=true&fbzx=-2805850998585219600

Diposting oleh Muhammad Rafly di 05.45 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Selasa, 22 Agustus 2017

Posisi pengelasan 4F dan 4G

 4F
Berikut adalah pembahasan tentang pengelasan 4F
Pengelasan 4F adalah pengelasan sambungan sudut / fillet posisi di atas kepala / overhead pada pelat dengan proses las busur manual.
Gambar posisi pengelasan 4F:


Pengelasan 4G adalah pengelasan sambungan tumpul / buttGroove posisi di atas kepala / overhead pada pelat dengan proses las busur manual.


Posisi pengelasan di atas kepala (overhead), posisi pengelasan ini sangat sukar dan karena bahan cair banyak berjatuhan dapat mengenai juru las, oleh karena itu di perlukan perlengkapan yang serba lengkap antar lain : Apron, sarung tangan, sepatu saffety, dll. 
Mengelas dengan posisi ini benda kerja terletak pada bagian atas juru las dan kedudukan elketroda sekitar 5° - 20° terhadap garis vertikal dan 75° - 85° terhadap benda kerja.
PPT 4F & 4G

Video pengelasan 4F

posisi pengelasan 4G
    
SAMBUNGAN TUMPUL KAMPUH V POSISI di atas kepala (Overhead)

A. tujuan Intruksional
Setelah mempelajari dan berlatih dengan tugas ini,diharapkan mampu membuat sambungan tumpul kampuh V posisi 4G dilas satu sisi pada flatt menggunakan elektroda rutil dengan memenuhi kriteria:
* lebar jalur las 14mm
* tinggi jalur las 2mm
* sambungan jalur rata
* peneterasi minimum 90%
* undercut maksimum 10%
* tidak overlap
* terak terperangkap maksimum 2mm²
* perubahan bentuk distorsi 5°


E. Langkah kerja
*siapkan peralatan LBM dan alat bantu
*siapkan minimum 2buah bahan las ukur 100x300x10mm
*atur amper pengelasan dengan diameter elektroda 85-93A
*lakukan las catat dengan elektroda AWS-E 7016 dan 7018
*lakukan pengelasan urut dengan menggunakan elektroda 7016
*periksa hasil las sebelum melanjutkan
*sebelum melakukan pengelasan capping grinda permukaan jalur las tersisa antara lain 0,5-1mm
*lanjutkan pengelasan sampai selesai

5. Soal - soal 4F & 4G

1. Apa yang di maksud dengan pengelasan 4F?
2. Berapa posisi pengelasan 4F?
3.persiapan apa sajakah yang di perlukan sebelum proses pengelasan?
4. Berapa jalur pengisian 4F?
5. Apa bila terjadi nya tetesan cairan las jatuh ke bawah. Maka apa yang perlu di kenakan dalam keselamatan kerja?
6. Apa yang di maksud dengan pengelasan 4G?
7. Jelaskan apa yang di maksud dengan distorsi?
8. Berapa jarak root face pada sambungan tumpul 4G?
9. Sudut bevel pada sambungan tumpul 4G
Adalah...
10.Bagaimana cara mengatasi distorsi?

Jawabannya:
1. Pengelasan sambungan sudut / fillet posisi di atas kepala / over head pada pelat d3ngan proses las busur manual
2. Posisi pengelasan 4F yaitu kedudukan elektroda sekitar 5° - 20° terhadap garis vertikal.
3. Perisapan untuk pengelasan yaitu : Apron, sarung tangan las, kedok las, sepatu safety, dll.
4. Pada pengelasan 4F Terjadi 3 kali pengelasan 
5. Perlu menggunakan sepatu saffety untuk mengatasi jatuhnya cairan las.
6. Pengelasa. 4G adalah pengelasan sambungan tumpul / butt groove posisi di atas kepala / over head pada pelat dengan proses las busur manual
7. Distorsi pada pengelasan adalah terjadinya perubahan bentuk atau penyimpangan bentuk oleh panas.
8. Jarak root face pada sambungan tumpul sekitar 1 - 3 mm
9. Besar sudut bevel pada sambungan tumpul 4G yaitu sekitar 60° - 70°
10. Mengatasi distrorsi yaitu setelah tack weld kemudian miringkan benda kerja sampai membentuk sudut 3° - 5°

Diposting oleh Muhammad Rafly di 18.21 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Selasa, 08 Agustus 2017

Posisi pengelasan 3F dan 3G

Posisi Pengelasan 3F dan 3G

●3F
    3F Adalah Posisi Vertical sambungan sudut.
Untuk pengelasan 3F, cairan logam cenderung mengalir kebawah. Kecenderungan penetesan dapat diperkecil dengan memiringkan elektroda 10 sampai 15° kebawah.


  • 3G
  • Posisi di Atas Kepala (Over Head), Posisi pengelasan ini sangat sukar dan berbahaya karena bahan cair banyak berjatuhan dapat mengenai juru las, oleh karena itu diperlukan perlengkapan yang serba lengkap antara lain: Baju las, sarung tangan, sepatu kulit dan sebagainya. Mengelas dengan posisi ini benda kerja terletak pada bagian atas juru las dan kedudukan elektroda sekitar 5º – 20º terhada garis vertikal  dan 75º – 85º terhadap benda kerja. 
  •      

Diposting oleh Muhammad Rafly di 17.16 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Mengenai Saya

Muhammad Rafly
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2018 (4)
    • ►  Januari (4)
  • ▼  2017 (5)
    • ▼  November (1)
      • 2F dan 2G Plat
    • ►  Oktober (2)
      • 1F dan 1G pada plat
      • 1F & 1G pipa
    • ►  Agustus (2)
      • Posisi pengelasan 4F dan 4G
      • Posisi pengelasan 3F dan 3G
Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.